29 September 2009

Glossary

Topologi : Cara menghubungkan komputer dalam jaringan
LAN Card : Sebuah periperal komputer yang digunakan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain.
Konektor : Suatu peripheral yang digunakan untuk menghubungkan
satu node ke node lain melalui kabel.
UTP : UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang
kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan
mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua,
empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai
dalam jaringan adalah 4 pasang/8 kabel) dengan
metode pengawatan
IP Address : Alamat Internet Protocol merupakan nama sebuah
komputer yang terhubung dalam jaringan dalam
bentuk aturan tertentu.
Sharing : penggunaan bersama sumber daya (peripheral dan
data) yang terdapat dalam komputer dalam jaringan.
4 KOMPETENSI DASAR MELAKUKAN PERBAIKAN DAN ATAU SETTING ULANG JARINGAN INTERNET1. Menjelaskan langkah setting ulang koneksi jaringan
2. Melakukan perbaikan setting ulang koneksi jaringan
3. Melakukan setting ulang koneksi jaringan
4. Memeriksa hsil perbaikan koneksi jaringan

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah

Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.

1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus

Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.

Karakteristik topologi Bus adalah:

merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.

b) Kabel dan konektor

Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.

Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:

Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star

Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.

Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.

Karateristik topologi Star adalah:

Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:

1. Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)

Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.

2. Kabel dan Konektor

Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).

Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.

Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.

Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:

1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard

Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.

2) Pemasangan Kabel pada Konektor

Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:

1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.

2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.

3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan

Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.

Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:

a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel

b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:

c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.

Kelas Alamat IP Address

IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:

Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.

Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

2) Pengujian konektifitas jaringan

3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan

Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:

A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:

a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak

b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,

c) Pemasangan konektor tidak longgar

d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.

Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.


B. Pengujian konektifitas jaringan

Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.

Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.

Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.

Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.

Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration)

IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7

b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.

c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73

d) IP Addres adalah 10.1.1.7

e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.

Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik.

Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).

Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.

Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.

Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.

Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.

SUMBER :ARIFJAYARANA'S BLOG

22 Juli 2009

Menginstal Adobe Flash Player

Saya akan memberi trik dan cara agar temen-temen sukses menginstal Flash Player pada media browser temen-temen :

1. Temen-temen bisa download Flash Playernya dulu di alamat
http://www.4shared.com/file/117548601/d9e0d9fb/flash_playerexe_From_wwwryan-spongeblogspot.html

berikut ini spesifikasi instalernya :
Nama : Adobe Flash Player Plugin Installer
Company : Adobe Systems Incoporate
Size : 1,79MB
2..Nah setelah itu kita tinggal install dech setelah kita dapat file yang kita dapat setelah kita download tadi. Ini sangat penting sekali, sebelum temen-temen menginstall Flash Player terlebih dahulu temen-temen harus mematikan atau mengclose semua yang berhubungan dengan media browser. Contohnya temen-temen memakai Opera, Mozilla firefox, Safari atau internet Explorer atau apapun itu harap di close sehingga tidak ada lagi media browser yang lagi jalan atau lagi open. Karna apabila ada satu saja media browser yang lagi jalan atau lagi open maka installan tidak akan berjalan mulus.
3.Langsung saja ke proses installnya, kita tinggal klik saja file yang kita download tadi.
Setelah proses install berjalan dengan sukses, maka kita Restart computer kita. Ini berguna untuk membuat installanya berjalan dengan sukses.
4.Setelah hidup computer kita, nah baru kita browsing lagi dengan media browsing temen-temen semuanya. Cari dech video yang temen-temen suka dan pengen lihat secara online. Setelah ketemu videonya maka putarlah video tersebut kalau berhasil diputar berati temen-temen telah sukses dan berhasil untuk menginstall Flash Player di media browser temen-temen.

Selamat mencoba dan semoga berhasil !!

Sumber : ryan-sponge.blogspot.com

22 Mei 2009

SEttING HotSPot menggunakan LinKsYS WireLess-G WRT54G

Berikut adalah langkah langkahnya:
1.Klik start
2.Pilih connect to
3.Lalu pilih Wirelles connection 2
4.Kemudian Refresh

5.Tunggu jaringan yang keluar
6.Lalu lihat IP melalui (Starr -cmd-ketik IP config/all-lalu enter)
7.Setelah itu browsing lewat internet dan masukan IPnya.Misal:192.168.36.1
8.Kemudian muncul kotakan dan isi user name dengan=admin dan password=admin
9.Kemudian browsing dan kerik IP awal yang ada (pada langkah 6)
10.Lalu muncul kotakan lagi dan isi user name dengan=admin dan password=admin
11.Setelah itu masuk ke Setup pilih Basic Setup.Bagian atas dengan Static IP lalu Local IP address diganti,misal=192.168.36.1,Starting IP address diganti,misal=192.168.36.40,DHCP Users=15 (untuk batas maksimal yang di inginkan),Atur time zonenya sesuai dengan negara masing-masing.misal (GMT+7,Hanoi,Jakarta),Lalu save setting.
12.Lalu kita masuk ke Wireless,setelah itu Wireless Network.Muncul kotakan isi Nama kamu ( misal laelihani) lalu save setting.
13.Lalu cek melalui star-cmd-ipconfig. Lihat apakah IP sudah ganti atau berubah atau belum.Jika sudah,kita masuk ke browsing rnterner dan ketik IP yang sudah di ubah tadi (misal=192.168.36.1).Lalu refresh dan tunggu jaringan keluar.
14.Jika sudah keluar User name dan ip address akan berubah sesuai dengan ip yang kita pakai (laelihani,192.168.36.1)
15.Setelah itu kita koneksikan dengan cara klik connect di bagian tampilan bawah kotakan.
16.Jika sudah,maka semua telah terkoneksikan ke intermet.
Semoga dapat bermanfaat untuk temen-teman semua dan selamat mencoba...semoga berhasil.

Sumber :yustianatkjsmkn1cilacap.blogspot.com

13 Mei 2009

MembNGUn siTUs amN HACKER

Berikut ini adalah beberapa tips dalam Membangun Websites yang tidak mudah di jebol Hacker. Tips ini dibuat oleh moderator komunitas white hacker Yogyafree, Nathan Gusti Ryan.

Sehubungan dengan maraknya deface atau hacking isi websites pemerintah maupun organisasi besar maka berikut ini berbagai tips yang dapat dilakukan oleh web administrator untuk membangun Webserver yang tangguh dan tidak mudah dibobol oleh Hacker.

Pertama
Pada umumnya, hosting websites dilakukan pada ISP (Internet Service Provider) dengan space tertentu, lalu kita melakukan upload website via FTP atau via CPANEL (Control Panel). Webhosting inilah yang rawan dan mudah sekali dibobol oleh Hacker di antaranya mengunakan teknik SQL Injection. Maka disarankan agar mengunakan Server sendiri dan mengunakan VPS (Virtual Private Server). Dengan Server sendiri atau Virtual Private Server bisa mengunakan berbagai proteksi terhadap kita secara Customized. Beda dengan Web Hosting, proteksi security dilakukan terserah apa kata ISP. Kelemahan proteksi inilah yang dimanfaatkan oleh Hacker dengan melakukan Port Scanning untuk menemukan celah security yang bisa ditembus untuk bisa masuk dan mengambil alih websites tersebut.

Tips Kedua
Mengunakan Hardware Security yang powerfull diantaranya yang memiliki fitur Firewall, IDS (Intrusion Detection System) dan IPS (Intrusion Prevention System). Contohnya mengunakan Fortigate, Cisco Series Security, 3Com Tipping Point, dan lainnya. Dapat juga mengunakan software IDS seperti Black ICE Countermeasures ataupun Distro Linux untuk security system seperti Smootwall, Monowall, Customized Distro Linux, dan lainnya. Umumnya, baik software maupun hardware security ini bisa secara otomatis mengirimkan email alert bahkan bisa mengirimkan alert via SMS jika system mendeteksi adanya serangan dari hacker.

Tips Ketiga
Mengunakan system yang Stable yang sudah perfect systemnya, sehingga kemungkinan adanya celah keamanan juga dapat diminimalkan. Banyaknya software atau tool web builder dengan berbagai versi terutama versi gratis/ free License/ Freeware, sebaiknya para pemakai memilih versi yang sudah dinyatakan Stable. Seperti adanya BUG pada software Joomla versi 1.5.0 - 1.5.5.

Tips Keempat
Web Administrator/ System Administrator harus melakukan Review, Testing, Simulasi secara berkala terhadap keamanan pada Server yang dikelolanya. Bahkan bisa bekerja sama dengan Hacker (White Hacker yang dapat dipercaya reputasinya) untuk melakukan Audit terhadap implementasi Security webservernya. (srn)

18 April 2009

Cara Membuat HostPot

Bagi rekans yang ingin membuat Wi-Fi Hostpot Internet Cafe dan ingin menambah pengetahuan, ini saya akan membagi-bagi pengalaman saya tentang bagaimana cara membuatnya mudah-mudahan dapat beguna bagi rekans sekalian, dan lumayan juga bisa untuk di jual.

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba membuat Wi-Fi Hotspot mengikuti tutorial http://www.hendra-k.net/how-to-setup-a-wi-fi-hotspot.html. Pada tutorial tersebut menyebutkan untuk memakai Access Point dari Linsys WRT54G, namun pada saat itu saya mencoba dengan menggunakan dengan Belkin F5D7231-4 AP.

Berikut saya akan mencoba menjelaskan bagaimana cara membuat Wi-Fi Hotspot terserbut :
A.Alat Yang dibutuhkan :
1.Hotspot Access Point device //dalam hal ini saya menggunakan Belkin F5D7231-4 AP.
2. Sebuah komputer yang akan di jadikan sebagai radius server.
3.OS Linux //Saya menggunakan FC4 (Fedora Core 4)
4. Mysql //untuk Authentic melalui database, utk authentic nya bisa dengan beberapa cara seperti : unix user, smb user, file user
5.Apache dengan perl support //utk membuat user authentic melalui web-based, serta utk membuat login authentic via web-based di cgi-bin/hotspotlogin.cgi
6.Chillispot //sistem kerja software ini adalah apabila user belum mendapatkan auth dari server maka ia akan ter-redirect ke halaman login
7. Freeradius //ini berfungsi sebagai pemberi authentifikasi kepada user
8. PhpMyPrepaid //bila anda menggukan authentic melalui database Mysql, bisa juga sebagai pembuat user prepaid utk billing nya

B. Cara Install :
1. Untuk OS tergantung dari distro apa yang anda pakai, kali ini saya memakai distro keluaran dari Redhat yaitu Fedora Core 4. Saya hanya akan menjelaskan cara meng-install-nya dengan cara Distro Fedora Core 4, dan utk yang lain itu tergantung distro apa yang anda pilih.
2. Download dulu mysql-nya; rpm -ivh mysql-4.1.11-2.i386.rpm
3. Download dan install Apache
4. Download chillispot; lalu install rpm -ivh chillispot-1.0.i386.rpm
5.Download Freeradius; lalu istall rpm -ivh freeradius-1.0.2-2.i386.rpm
6. Setelah kita mengintsall Apache dan Mysql lalu kita dapat men-download; extract ke /var/www; lalu edit configurasi

C.Configurasi :
1.Saya mengeset Wi-Fi Hostpot hanya sebagai Access Point //jadi untuk konfigurasi nya semua dari server.
2. Install OS nya seperti kebutuhan anda //dalam hal ini saya memakai server yang telah tersedia yaitu saya memakai server gateway FC4, dan dalam server itu sudah terdapat httpd (apache) dan mysql yang sudah jalan sebelumnya. Karena kita membutuhkan dalam pembuatan radius server yang authentic user-nya malalui Mysql. Jadi selain Mysql dibutuhkan yaitu libmysqlclient.
3.Setelah kita menginstall chillispot maka kita akan mencoba untuk konfigurasi nya :
a. pertama kita harus mematikan service dhcpd yang ada di server kita, biarkan chillispot yang menangani dhcp.
b. # pico /etc/chilli.conf
c. konfigurasikanlah sesuai kebutuhan anda.
d. disini ada beberapa point penting dalam konfigurasinya, yaitu:
* radiussecret //ini dibutuhkan untuk komunikasi antara radius server dan chillispot
* uamserver //copy /usr/share/doc/chillispot-1.0/hotspotlogin.cgi ke /var/www/cgi-bin, jadi nanti utk URL redirect nya akan menjadi https://192.168.0.254/cgi-bin/hotspotlogin.cgi, ingat harus dalam secure line ssl.
e. konfigurasi radius :
* setelah install Freeradius lalu masuklah ke direktori radius konfigurasi berada, bila anda menggunakan FC4 dan memakai RPM dalam menginstallnya maka anda masuk ke direktori /etc/raddb/ dan apabila anda menginstall dengan cara meng-compile sendiri secara default direktori nya ada di /usr/local/etc/raddb/ atau terserah dimana –prefix=PREFIX anda diletakan.
* # pico client.conf :client 192.168.0.254 { secret = //ini untuk membuat komunikasi dalam chillispot dan radius (seperti pada point C.3.d) shortname = localhost nastype = other }
* # pico sql.conf //ini digunakan karena kita akan menggunakan mysql sebagai database user authentic ada beberapa point penting yaitu river = “rlm_sql_mysql” //driver/lib yang digunakan apabila kita menggunakan Mysql, ada beberapa tipe driver disini yaitu : rlm_sql_mysql, rlm_sql_postgresql,rlm_sql_iodbc, rlm_sql_oracle, rlm_sql_unixodbc, rlm_sql_freetds server = “localhost” //server mysql berada. login = “root” //login access ke mysql dan memiliki GRANT ke database radius password = “blablabla” //password dari database-user yang memiliki GRANT ke database radius radius_db = “radius”//database-name dimana user radius berada
* # pico sql dius.confsearch “${confdir}/sql.conf” lalu tambahkan dengan : sqlcounter noresetcounter { counter-name = Max-All-Session-Time check-name = Max-All-Session sqlmod-inst = sql key = User-Name reset = never query = “SELECT SUM(AcctSessionTime) FROM radacct WHERE UserName=’%{%k}’” }untuk authorize ganti dengan : authorize { preprocess chap mschap suffix sql noresetcounter }dan untuk # Authentication ganti dengan: authenticate { Auth-Type PAP { pap } Auth-Type CHAP { chap } Auth-Type MS-CHAP { mschap unix }
4. Sekarang kita akan mencoba men-setting konfigurasi di PhpMyPrepaid sebagai user administrator sekaligus bisa sebagai pembuat prepaid card login serta billing nya.
* Extract ke folder apache berada, default ada di /var/www/
Masuk ke folder phpmyprepaid
* # pico config.inc.php
* disini ada beberapa point penting:
* $dbName=”radius”; //database yang di pakai
* $fpdfdir=”/var/www/phpmyprepaid/fpdf”; //lokasi dari direktori fpdf berada, tanpa “/” (slash)
* $radius_server=”192.168.0.254″; //server radius berada
* $radius_server_port=”1812″; //port yang dipakai oleh radius server
* $radiussecret=”"; //huruf rahasia yang dipakai oleh radius server untuk dapat berkomunikasi, seperti yang ada di point no C.3.e
* # pico dbconnect.php //edit seperti yang di edit di radius server pada point C.3.e
* $my_host = “localhost”;
* $my_user = “root”;
* $my_pass = “”;
* $my_dbase = “radius”;
* Jalankan
http://192.168.0.254/phpmyprepaid/index.php //maka dia akan secara otomatis akan menginstall sendiri
* Masukan username admin dan password admin setelah semua database terinstall.

19 Maret 2009

Kabel Serat Optik

Kabel serat optik

kabel kaca antara 1 – 10 mm untuk jenis monomode dan 50 – 60 mm untuk jenis multi mod
pembungkusnya 125 mm
tiap haspel ( gulungan) dapat membawa kabel fiber optik sampai 1 km
Redaman jauh lebih kecil
Jarak jangkau dapat mencapai 70 km antar repeater.


Filling material

Fiber optik

Kevlar /penyangga

Polyurethane jacket

Kevlar

Poliurethane jacket

Coated aluminium

Black polyethylene outer jacket


n

step index mode

N

Gradual index mode





v Sistem Komunikasi Serat Optik

SKSO à Sistem komunikasi yang dalam pengiriman dan penerimaan sinyal informasinya menggunakan sumber optik dan detektor optik
Serat optik terdiri dari tiga bagian utama yaitu :
Core : 2 µm – 125 µm, terbuat dari gelas halus
cladding : 5 µm – 500 µm, terbuat dari gelas halus
coating : terbuat dari plastik
Serat Optik



1. Single Mode Fiber

v Jenis-jenis Serat Optik

Diameter core < Diameter cladding
Digunakan untuk transmisi jarak jauh
à rugi-rugi transmisinya sangat kecil

bandà frekuensi yang lebar

2. Multimode Step Index Fiber

Ukuran intinya berkisar 50 mm – 125 mm dengan diameter cladding 125 mm – 500 mm
Diameter core yang besar digunakan agar penyambungan kabel lebih mudah
Hanya baik digunakan untuk data atau informasi dengan kecepatan rendah dan untuk jarak yang relatif dekat


3. Multimode Graded Index Fiber

0,5 dB

Rugi-rugi konektor

0,2 dB

Rugi-rugi sambungan

0,25 dB/km

Attenuasi maksimum pada 1550 nm

0,4 dB/km

Attenuasi maksimum pada 1310 nm

2 mm

Diameter Cladding ( 1550 nm )

2 mm

Diameter Cladding ( 1310 nm )

0,5 mm

Mode Field Diameter ( 1550 nm )

0,5 mm

Mode Field Diameter ( 1310 nm )

Single mode

Tipe Kabel

Nilai

Karakteristik

Diameter corenya antara 30 mm – 60 mm sedangkan diameter claddingnya 100 mm – 150 mm
Merupakan penggabungan serat single mode dan serat multimode step index
Biasanya untuk jarak transmisi 10 – 20 km à pentransmisian informasi jarak menengah seperti pada LAN
Spesifikasi Teknis Kabel Serat Optik Menurut PT. Telkom



Sentral

FTTZ K

A

optik FTTB N

T

FTTZ O R

FTTZ A

N

kabel tembaga

FTTC FTTH

FTTZ = Fibre to the Zone (RK) FTTC= to the curb(DP)

FTTB = Fibre to the Building FTTH= to the home



Contoh Penyambungan Serat Optik



Propagasi lewat kabel optik

Index bias kaca 1,3 – 1,5
n = c/v c= 3.108 m/s
Jika n = 4/3
maka v=2,25 108 m/s

Panjang gel cahaya dalam kabel optik dapat 0.8 nm, 1.3 nm atau 1550 nm.
Membawa 40.000 VBW atau video
Bebas interferensi


Perambatan multi mode


Step index mode

Gradual index mod

2.5

2.0

1.5

1.0

.5

db/km

.8 .9 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 n m

Redaman oleh kabel optik pada berbagai macam panjang gelombang.



Perhitungan redaman dan jarak jangkau kabel optik

O/p pemancar = 0 dBm minimal power di penerima –37dBm.

Kehilangan power terjadi pada:

Konektor dikedua sisi (1 dB/sisi) 2 dB
Margin untuk penyambungan jika putus 6 dB
Redaman per sambungan /splicing 0,1 dB
Redaman fiber optik 0,2 dB/km
Redaman per km menjadi 0,3 dB/km
Maka jarak antara terminal menjadi (37–2-6)/0,3=97 km



Konektor

Input serial light Light output

Data source source Detektor serial data

fiber optik dengan sambungan



v Penyambungan Serat Optik

Berdasarkan sifatnya, penyambungan serat optik dapat dibedakan menjadi :

Sambungan yang sifatnya permanen
à digunakan untuk menyambungkan dua buah serat optik

à teknik fusion splice

Sambungan yang sifatnya tidak permanen
à menyambungkan serat optik dengan perangkat agar mudah dilepas dan dipasang lagi

à menggunakan alat yang disebut konektor


Perangkat yang digunakan dalam pengujian performansi kabel serat optik



O T D R

Kemampuan OTDR

Mengukur jarak
Mengukur besar loss rata-rata (dB/km)
Mengetahui jenis sambungan
Mengetahui lokasi titik penyambungan dan berapa besar lossnya
Apabila ada gangguan pada serat, maka dapat diketahui apakah patahan atau redaman


Pengukuran dengan OTDR

Deskripsi Tugas

OTDR



Penyambungan Serat Optik menggunakan Fusion Splicer

Menggunakan metode lebur (fusion splice)
Dilakukan dengan meleburkan ujung-ujung dari serat optik yang akan disambungkan dengan menggunakan laser
Menghasilkan loss umumnya kurang dari 0.06 dB



Langkah-langkah penyambungan serat optik menggunakan metode fusion splicer

Deskripsi Tugas



Langkah – langkah Penyambungan

Fiber Optik:

Tahap pemotongan

Tahap Penyambungan



Kabel coaxial / bawah laut

Contoh kabel coaxial Kabel antena TV.
Redamannya < kabel tembaga biasa.
Kapsitasnya penyalurannya mencapai 4000 kanal @3 KHz VBW
Pada kabel laut digunakan kawat penguat karena perenggangan yang cukup besar.
Rangkaian pengulang ( repeater ) untuk hubungan yg jauh
jarak repeater antara 10 km dan dibutuhkan catuan listrik DC
Contoh : kabel transatlantik th 1976, kapasitas 4000 @ 3 KHZ bw, maks frek 28 MHz, 1 kabel dengan diameter 2.4 cm, repeater terbuat dari transistor berjarak 6 km. Panjang kabel = 6400 km.

Sumber :http://fi31riken.multiply.com/journal/item/9/Kabel_Serat_Optik